1 Ya Allah Izinkan Aku Aku berusaha sekuat tenaga untuk mereka Ya Allah, mudahkanlah urusanku ini Sebab aku ingin menghafal firmanmu Meletakan semuanya dalam ingatanku Menempelkan erat di hatimu Supaya aku bisa mengucapkan untuk kebaikan Supaya aku bisa menjadi umat yang dimuliakan Supaya aku jadi hamba yang mendapat ridhomu Dansungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?". Astagfirullahal ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Wallahu 'alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi. setiaporang ingin membahagiakan kedua orang tua nya baik itu bahagia di dunia apalagi bahagia di akhirat, dengan apa kita membahagiakan mereka tak lain adal PuisiUntuk Kedua Orang Tua Tersayang KT Puisi from ktpuisi.blogspot.com. 25+ contoh puisi rindu menyayat hati untuk kekasih & orang tua (asli) januari 17, 2022. 5 contoh puisi tentang sahabat. Doa ini juga cocok dijadikan sebagai tuntunan doa muhasabah diri terbaru atau mengevaluasi diri atas segala hal yang sudah kita lakukan selama ini Juapuncak asa menyematkan mahkota pada ayah bunda Masih segar dalam ingatan Saat harus berdarah-darah mengejar ketinggalan Walau kadang lelah bertubi-tubi datang Tak surutkan niat tuk terus berjuang Satu persatu mimpi berbuah nyata Jiwa dan raga berbakti bersama Ayah bunda mengulum senyum bahagia Saksikan diri manfaat buat sesama InBi. Contoh Puisi Untuk Kedua Orang Tua - Puisi Untuk orang tua ini merupakan puisi yang menggambarkan seorang malaikat yang tanpa tanda balas saja sedikitpun. Ungkapan terimakasih yang tak terhingg untuk orang tua yang tidak pernah lelah untuk me Begitu banyak pengorbanan orang tua untuk kita dia tak pernah tau rasanya cape lesu dia selalu bekerja demi anak anak nya,,agar anaknya bisa tersenyum dan bahagia,berikut ini adalah puisi untuk kedua orangtua kita., puisi oang tua Baca juga Pesan Terbaik Pendek Untuk Orang Tua Ayah, Ibu... Aku bangga memiliki orang tua seperti kalian, kulihat kalian banting tulang untuk anak anak mu ini, Memang saat itu aku masih kecil,taoi aku sudah sedikit pahan arti kehidupan kalian di usir dari rumahmu sendiri,kalian hanya diam Tapi kalian selalu bilang kepadaku terdiam itu bukan bodoh atau takut Tapi kalian bilang ini jalan yang tuhan berikan kepada kita Ini bukan akhir dari segalanya Di depan sana kita tidak tau apa yang akan kita jumpai Bersyukurlah rajin berdoalah karna Allah tidak buta Allah hanya menguji kita Percaya dan yakin lakh Allah akan memberikan lebih dari yang kita punya Dan Begitulah kata ayah dan ibu, Judul Puisi Ayah Di setiap tetesan keringatmu Di setiap helaian nafasmu Dipenuhi dengan kasih sayang Dan cinta kasih demi kebahagian anak-anakmu Terik matahari Derasnya hujan tak menjadi penghalang bagimu Engkau tetap berjuang Sampai titik di mana engkau tak sanggup lagi berdiri Engkau Tak pernah bosan menasehatiku Walau seringku membangkang Sering marah dan seketika muncul rasa benciku padamu Tapi kini aku sandar Semua yang kau lakukan hanya demi kebaikan anak-anakmu Terima kasih Ayah Atas semua yang telah kau berikan Judul puisi Ibu Inilah aku putri kecilmu, Putri yang selalu jadi kebanggaanmu Namun, aku sadar, Aku belum bisa jadi apa yang kamu mau Begitu banyak yang kamu berikan untuku Hingga tak punya waktu untuk merawat dirumu Tapi, suatu saat aku akan membahagiakanmu Karna kamulah bagian dari hidupku Judul Puisi Ayah Pengorbananmu begitu abadi Bekerja dengan senang hati Tak pernah berkecil hati Pagi,siang,malam Engkau selalu tersenyum Tak peduli akan seperti apa Engkau selalu mencari nafkah Ayah... Kasih sayang selalu engkau berikan kepada anakmu Yang mungkin selalu mendurhakaimu Namun engkau tak peduli Melainkan engkau selalu menasihatiku Agar menjadi anak yang berbakti Judul Puisi Ibu Begitu bersejarah dirmu dalam memori hidupku Aku tak akan menghapus sejarah yang begitu tulus Ibu... Perjuangan begitu pilu Bagaikan perhau di tengah laut biru Namun engkau tersenyum selalu Demi kebaikan anakmu Ibu... Engkau mentari untuku Yang menari-nari dalam hatiku engkau sang surya yang membawa kedunia Ibu... Jasa mu begitu berarti semua akan kurakit Sampai hidup ini melarat Hingga tubuhku di penuhi lalat,. Itulah beberapa kumpulan puisi kusus untuk kedua orang tua... jika kalian menginginkn puisi ini untuk dibacaan pada hari-hari tertentu..Semoga bermaff Mahkota Surga Untuk Ayah Bunda Malaikat Jibril turun menyampaikanAl-Qur’an, maka malaikat Jibril menjadi malaikat yang paling mulia. Al-Qur-an turun kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wassallam, maka beliau menjadi manusia paling mulia. Al-Qur’an turun kepada umat nabi Muhammad shallallahu alaihi wassallam, maka mereka menjadi umat paling mulia. Al-Qur’an turun pada bulan Ramadlon, maka Ramadlon menjadi bulan yang paling mulia. Al-Qur’an turun pada lailatul qodar, maka lailatul qodar menjadi malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, sungguh malam paling mulia. Lalu bagaimanakah jika Al-Qu’ran yang mulia ini berada di hati kita? Kemuliaan Al-Qur’an tidak diragukan lagi. Dalil-dalil yang menunjukkan hal ini sangatlah banyak baik di dalam Al-Qur’an maupun Sunnah. Selain itu juga dibuktikan dengan realita yang ada. Bahkan Al-Quran adalah sebaik-baik kitab yang Allah turunkan di muka bumi dan merupakan penyempurna kitab-kitab terdahulu. Allah telah menjamin untuk menjaganya sampai hari kiamat. Sehingga kita bisa melihat kemurnian Al-Qur’an hingga sekarang. Salah satu cara Allah menjaga Al-Qur’an adalah dengan mereka para penjaga Al-Qur’an. Siapakah mereka itu? Mereka adalah orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an, menghafalkannya, serta mempelajarinya. Hal ini juga dibuktikan dengan usulan khalifah Umar bin Khattab untuk membukukan Al-Qur’an ketika banya para hafizh yang syahid dalam perang Yamamah. Ditakutkan Al-Qur’an hilang dengan hilangnya para penghafalnya. Jika demikian, maka tentunya orang-orang yang dalam hari-harinya disibukkan dengan Al-Qur’an baik dengan membacanya, menghafalkannya atau mempelajarinya dengan ikhlas mereka adalah sebaik-baik manusia, hal ini berbanding lurus dengan keagugan Al-Qur’an itu sendiri. Penghafal Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan,baik saat mereka di dunia maupun di akhirat. Mari kita sejenak mengkaji hal tersebut, yang semoga dengan mengetahuinya kita akan semakin mencintai Al-Qur’an dan gemar mengisi hari-hari kita dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an akan menjadi syafa’at pada hari kiamat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an.” HR Muslim Allah mengangkat derajat shahibul Qur’an dan mereka bersama para malaikat yang mulia. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda “Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya.” HR Muslim Allah akan mengangkat derajat penghafal Al-Qur’an di dunia. Hal itu disebabkan dengan menghafalnya kecerdasan seseorang semakin terasah. Sehingga banyak pengetahuan dan logika menjadi tajam. Akan tetapi jika di dunia tidak ada yang memandang mereka ketahuailah bahwa para penduduk langit telah menunggu mereka. Mereka bersama para malaikat yang mulia. Derajat mereka di surga sesuai dengan ayat yang mereka baca, semakin banyak ayat yang dibaca dan dihafal semakin tinggi pula derajat mereka. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam “Akan dikatakan kepada shahibul qur’an di akhirat bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca.” HR Abu Daud Sabda yang lain “Orang yang membaca dan menghafal al-Quran, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca al-Quran, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala.” HR Al-Bukhari Mereka yang mahir dalam membaca dan menghafal bersama dengan malaikat yang mulia, pahalanya mengalir seiring dengan ayat yang dibaca. Sedangkan mereka yang mendapatkan kesusahan dalam membaca atau menghafalkannya baginya dua pahala. Pahala belajar Al-Qur’an dan pahala membacanya secara berulang-ulang. Padahal dalam hadits lain disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an senilai dengan sepuluh kebaikan. Lalu bagaimakah jika membacanya berulang-ulang? Sungguh mereka adalah keluarga Allah yang berada di dunia. Dipakaikan kepadanya mahkota dan pakaian kemuliaan Keutamaan menghafal Al-Qur’an selanjutnya adalah memperoleh mahkota kemuliaan atau Tahjul Karomah. Penghargaan ini datangnya langsung dari Allah. Merekalah orang-orang terpilih yang dianggap bisa melewati ujian di dunia yang hanya sementara. Mereka dianggap berhasil lulus dari segala cobaan duniawi. Mereka akan dipanggil, “Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabKu?” Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. HR. At-Tabrani Dalam sebuah hadits lain disebutkan bahwa kelak Al-Qur’an akan mendatangi para pembaca dan penghafalnya seraya berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah memberikan kepadanya mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Orangtuanya diberikan mahkota dari cahaya Ternyata tidak hanya penghafal Al-Qur’an saja yang Allah pakaikan mahkota, kedua orangtuanya juga mendapatkan mahkota yang terbuat dari cahaya. Selama mereka beriman kepada Allah dan tidak melakukan dosa besar. Sudah seharusnya kita merenungkan hadits ini “Siapa yang membaca Qur’an, belajar dan mengamalkannya. Maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya, cahayanya seperti pancaran cahaya matahari.” Mahkota yang di dunia sangat indah. Sudah pasti mahkota di surga lebih indah, bayangkan kita dan orangtua kita memakai pakaian dan mahkota kemulian di surga. Sungguh semua keindahan itu tidak bisa dibayangkan. Penjelasan di atas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya keutamaan penghafal Al-Qur’an. Semoga kita kelak mempersembahkan mahkota untuk orang kita di surga. Begitu juga dengan anak-anak kita. Aamin. ­ Wallahu a’lam bishowab Oleh Usth Miftah Ummu Faiq

puisi mahkota untuk orang tua